"SISI LAIN"

sisi lian itu terusRata Penuh menghantui... hanyut sesalkan diri, ya... hal yang tak ingin berlama2 ada didalam sana.. yang ada disitu hanya kesedihan dan lorong hitam yang tak pernah ada ujungnya..
hasrat diri sangat ingin lepas dari semua keterpurukan, tapi kenapa setiap step yang dilalui jejaknya selalu ada. Hati ini terus merongrong mengatakan, knp dulu, kenapa tidak km dulu, kenapa km bgtu.. semua saat ini akan lebih sempurna ketika "dia" ada.
Cerita lama ternyata membawanya kembali dalam pangkuan romantisme. Aku terkejut dengan begitu cepatnya keputusan itu diambil. Itu kesalahanku dengan keputusan yang hatiku mengatakan itu salah, terlalu lama, banyak keraguan dan itu menyerang, menerkan, mengancam hati dan perasaan.. GUILTY with my self... k
Kebutuhan batin ini tidak terpenubi dan batin ini terus merongrong menginginkan kehadirannya. Tapi semua terlambat. Ternyata dia bahagia saat ini. Kesempatanku sulit diraih lagi. Sebenrnya batin ini tak mau dibohongi. Kebahagian dirinya bukan menjadi sepenuhnya kebahagian diriku ketika harus menerima kenyataan bahwa dia tidak mendampingi. Aku pikir langkah yang lebih jauh dari sebelumnya pasti akan diambil oleh sepasang merpati itu.. Hey, apakah harus seperti ini terus? tentu tidak, kita boleh berhenti sejenak tapi jangan terlalu lama karena dunia terus berputar. Kita berjalan saja ternyata banyak hal yang tertinggal, apalagi kita berhenti.
Aku terus beridiri, berdoa, dan kembali berjalan an mencoba lari mengejar mimpiku. Tapi "jejaknya" selalu ada dibelakangku. Aku kejar mimpiku dengan terus dibayangi dan dihakimi oleh batinku yang merongrong dan kadang membuat keropos tebalnya hati untuk tidak rapuh... Aku butuh waktu untuk bertarung dengan sisi lain itu. Sejujurnya aku sangat menginginkan dan membutuhkannya, tapi ini kenyataan yang harus kita hadapi. Kenyataan yang jauh dari mimpi dan harapan. Mazhab bahwa jodoh gak akan kemana dan kebahagian tidak hanya ada pada dirinya terus aku dengungkan dalam hati.
Aku terus coba membangunkan diri dari tidur yang penuh dengan kesedihan. Kdang aku berpikir apakah aku salah sedikit berharap dan ingin tahu keadaannya. lalu aku berpikir dan ternyata hal itu yang seperti "addicted". Kecanduan yang menyiksa. Terpaan dirinya ternyata sangat kuat. KEnapa aku idak menjawab "iya" saat waktu lama yang sudah berlalu. Aku "bodoh". Hari-hari ini aku nikmati penghukuman oleh hatiku, dan hari biru dengan tanpa melupakan dan meninggalkan mimpiku yang lain. Entah sampai kapan aku bisa lepas dari semuanya. Yang jelas batinku membutuhkannya.. Sory for you n for my heart with my fool decision